{"id":180128,"date":"2022-08-02T19:04:50","date_gmt":"2022-08-02T17:04:50","guid":{"rendered":"https:\/\/latouchemusicale.com\/?p=180128"},"modified":"2026-11-04T09:09:27","modified_gmt":"2026-11-04T08:09:27","slug":"sejarah-fur-elise","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/sejarah-fur-elise\/","title":{"rendered":"Fur Elise: 4 anekdot tentang karya legendaris ini"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/?utm_source=lettre-elise-4-anecdotes&amp;utm_medium=article&amp;utm_campaign=clic-lettre-elise-4-anecdotes\"><\/a><\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu <em>Fur Elise<\/em>?<\/h2>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Fur<\/em> <em>Elise<\/em>, yang dalam bahasa Prancis berjudul <em>La Lettre \u00e0 Elise<\/em>,<em> <\/em>adalah karya musik klasik untuk piano yang digubah di Wina pada tahun 1810 oleh pianis dan komposer Ludwig van Beethoven. Karya ini digolongkan sebagai Bagatelle, dan baru benar-benar dikenal sejak tahun 1867, ketika not baloknya diterbitkan.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Musik ini terdiri dari 103 birama dan durasi permainannya sekitar 3 menit.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Fur Elise <\/em>kini menjadi musik klasik piano paling terkenal di seluruh dunia. Sepanjang sejarah, karya ini telah dimainkan dan diaransemen berkali-kali.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Siapa yang menggubah <em>Fur Elise<\/em>?<\/h2>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komposer <em>Fur Elise<\/em> adalah pianis virtuoso asal Jerman, Ludwig van Beethoven. Ia sangat termasyhur semasa hidupnya, dan namanya makin harum setelah ia meninggal. Kini ia menjadi salah satu komposer musik klasik paling terkenal di dunia, bersama Mozart, Schubert, Debussy, dan Chopin.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/latouchemusicale.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/ludwig-van-beethoven-page-artiste-piano.jpeg\" alt=\"halaman artis piano ludwig van beethoven\" class=\"wp-image-22759\" srcset=\"https:\/\/latouchemusicale.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/ludwig-van-beethoven-page-artiste-piano.jpeg 1024w, https:\/\/latouchemusicale.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/ludwig-van-beethoven-page-artiste-piano-300x200.jpeg 300w, https:\/\/latouchemusicale.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/ludwig-van-beethoven-page-artiste-piano-768x512.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ludwig Van Beethoven: pencipta <em>Fur Elise.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Siapa Ludwig van Beethoven?<\/h2>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beethoven adalah pianis dan komposer Jerman yang lahir di kota Bonn pada tahun 1770.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayahnya, yang juga seorang musisi, mengajarinya musik sejak usia sangat dini. Beethoven kecil tampak berbakat dan segera menjadi musisi yang luar biasa.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada usia 27 tahun, Beethoven menjadi tuli. Sejak itu ia menggubah semua simfoni, karya piano, dan musik kamarnya tanpa bisa mendengarnya. Karena itu, <em>Simfoni Kesembilan<\/em> dan <em>Missa solemnis <\/em>lahir dalam ketulian penciptanya.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beethoven meninggal pada tahun 1827 di Wina, setelah mewariskan karya musik yang luar biasa bagi umat manusia.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah Mozart dan Haydn, ia menjadi simbol terakhir dari aliran yang disebut klasisisme Wina, dan lewat komposisinya ia membuka jalan bagi era romantik. Ia juga dianggap sebagai salah satu <a href=\"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/pianis-terkenal\/\">pianis terbaik yang terkenal<\/a> sepanjang masa.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Beethoven menulis karya piano ini<em><\/em>?<\/h2>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama ini kita mengira Beethoven menulis <em>Fur Elise <\/em>untuk menghormati seorang perempuan bernama Elise, seperti yang tersirat dari judulnya. Namun kita tidak tahu ada Elise di lingkungan pergaulannya. Bisa jadi sumber yang menyebut Elise sudah hilang, atau Elise memang tidak pernah ada&#8230; Kita akan membahasnya lebih jauh dalam beberapa dari 4 anekdot musik klasik berikut!<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4 anekdot yang jarang diketahui tentang musik <em>Fur Elise<\/em><\/h2>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1 \u2013 Dipersembahkan untuk Th\u00e9r\u00e8se Malfatti?<\/h3>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa dugaan tentang siapa sebenarnya penerima persembahan karya ini. Dugaan pertama menyebut bahwa judul aslinya seharusnya <em>Fur Th\u00e9r\u00e8se <\/em>! Musik ini konon ditujukan untuk Th\u00e9r\u00e8se Malfatti, seorang musisi Austria yang dekat dengan Beethoven. Beethoven melamarnya pada tahun 1810 (tahun ia menggubah <em>Fur Elise<\/em>), tetapi lamaran itu ditolak. Lalu, mengapa karya ini berjudul <em>Fur Elise <\/em>?<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak lama setelah komposer Jerman yang termasyhur itu meninggal, seorang musikolog bernama Ludwig Nohl menemukan not balok karya Beethoven yang berjudul <em>Bagatelle dalam la minor, WoO 59<\/em>. Saat membacanya, ia sulit membaca semua huruf pada judul, terutama pada nama penerima persembahan. Namun ia masih bisa membedakan dua huruf terakhir dari nama itu: \u201cse\u201d. Ia pun punya ide untuk menamainya secara sembarang \u201cElise\u201d.<\/p>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2 \u2013 Dipersembahkan untuk Th\u00e9r\u00e8se von Brunswick?<\/h3>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dugaan lain menyebut bahwa nama Th\u00e9r\u00e8se, yang ditunjukkan oleh banyak petunjuk, sebenarnya mengarah pada Th\u00e9r\u00e8se von Brunswick. Ia adalah murid sekaligus kekasih Beethoven. Konon keduanya menjalin hubungan asmara selama lebih dari dua tahun, dari 1806 hingga 1808.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini bukan pertama kalinya sang komposer mempersembahkan karyanya untuk Th\u00e9r\u00e8se von Brunswick. Pada tahun 1809, ia sudah menggubah <em>Sonata Piano No. 24 dalam fa kres mayor, Opus 78<\/em> yang dipersembahkan untuk Th\u00e9r\u00e8se. Jadi tidak mengherankan jika <em>Fur Elise <\/em>juga ditujukan untuk perempuan muda ini.<\/p>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3 \u2013 Dipersembahkan untuk Elisabeth R\u00f6ckel?<\/h3>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dugaan ketiga, yang lebih baru dan dikemukakan oleh Klaus Martin Kopitz, menyebut bahwa <em>Fur Elise <\/em>sebenarnya dipersembahkan untuk Elisabeth R\u00f6ckel, penyanyi sopran asal Jerman yang nama baptisnya adalah Maria Eva Elise.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dugaan ini masuk akal karena keduanya menjalin hubungan pertemanan, atau mungkin lebih (tanpa bisa dipastikan). Sebuah sumber pada masa itu bahkan menyebut anekdot menarik tentang hal ini: saat makan malam, Beethoven konon mencubit lengan Elisabeth sebagai tanda sayang. Karena itu, mungkin saja <em>Fur Elise <\/em>memang ditulis untuknya.<\/p>\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4 \u2013 Ketenaran setelah sang komposer tiada<\/h3>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Fur Elise <\/em>tidak dikenal semasa hidup penciptanya. Seperti yang sudah disebutkan, seorang musikolog menemukan karya ini di antara barang-barang Beethoven. Setelah penemuan itu, ia memutuskan untuk menerbitkannya pada tahun 1867, atau 40 tahun setelah sang komposer Jerman meninggal (Beethoven wafat pada 1827). Jadi, selama bertahun-tahun itu, musik <em>Fur Elise<\/em> tidak dikenal masyarakat luas. Meski begitu, begitu diterbitkan, karya ini langsung sangat sukses di kalangan musik kamar dan salon. Begitulah ketenaran salah satu lagu piano paling terkenal dalam sejarah bermula. Hingga hari ini, komposisi ini dimainkan oleh murid konservatori, konsertis, bahkan pianis otodidak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu pasti mengenal Fur Elise karya Beethoven yang terkenal itu. Tapi, tahukah kamu 4 anekdot di balik sejarah lagu ini?<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":180129,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_seopress_titles_title":"%%post_title%% %%sep%% %%sitetitle%%","_seopress_titles_desc":"Kamu pasti mengenal Fur Elise karya Beethoven yang terkenal itu. Tapi, tahukah kamu 4 anekdot di balik sejarah lagu ini?","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"567","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"both","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":301,"_seopress_analysis_target_kw":"fur elise","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":""},"categories":[567],"tags":[571],"class_list":["post-180128","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-dunia-piano-dan-pianis","tag-artikel-standar"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/180128","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=180128"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/180128\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197034,"href":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/180128\/revisions\/197034"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/180129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=180128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=180128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/latouchemusicale.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=180128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}